Sunday, 29 December 2013

Keuntungan yang membawa petaka

Salah satu keuntungan jadi anak pondok menurut gue adalah paham bahasa arab. Walaupun gue nggak terlalu jago dalam bahasa arab, tapi sedikit-sedikit gue pahamlah ucapan, Syeikh arab. Bukan Syeikh puji. Keuntungan ini sering gue rasakan ketika gue jalan bareng sama temen-temen pondok gue.
Sebagai anak Jekardah yang kebelet jadi anak gaul. Gue sama temen-temen pondok, sering menghabiskan waktu untuk makan di luar. Selain untuk mencari suasana baru, kita memang ingin melihat makhluk ciptaan Allah yang amat sangat indah. Siapa lagi kalo bukan perempuan. Dan kenapa target kita rumah makan? Karena, kebanyakan di rumah makan, pengunjungnya adalah orang yang pacaran.
Walaupun pesanan udah datang, kita nggak konsen sama makananya, tapi kita konsen ngomongin orang pacaran. Tentunya dengan bahasa arab. Hal yang sering kita perdebatkan sih kayak gini:
‘njiiiir... cowo kayak gitu bisa dapet cewe cakep?’ ‘kok mau yak cewe cakep sama cowo kayak gitu’ ‘kapan cewe cakep gitu bisa jalan berdua sama gue?’ ‘cewenya suka sama gue aja dong, dari pada cowo itu’ *oke, yang dua terakhir itu murni omongan gue sendiri.
Dan yang lebih parahnya, kita ngomongin orang pacaran yang duduknya tepat disebelah meja makan gue dan temen-temen gue. Memang bener-bener sesuatu yang nikmat, bisa ngomongin orang tepat didepannya tanpa orangnya marah. Maka dari itu, gue bangga jadi anak pondok. We ka we ka we ka.
Itu sesuatu yang hanya gue banggain ketika di rumah. Berbeda jauh  ketika gue di kampung unik ini. Setiap di kursusan, pasti ada sesi perkenalan diawal pertemuan. Dan gue NGGAK pernah ngaku kalo gue adalah lulusan pondok. Gue selalu bilang kalo gue adalah anak SMA. (baca: eS eM A make TITIK). Berbekal dari novel-novel teen-lit yang sering gue baca, gue akan jawab pertanyaan orang seputar SMA. Yah, walaupun novelnya bukan punya gue sih.
Di kampung unik, ternyata yang lulusan pondok bukan hanya diri gue seorang. Karena banyak alumni pondok gue yang juga belajar disini. Jujur, gue merasa dunia ini begitu sempit. Karena, setiap kali gue menginjakkan kaki di suatu tempat, pasti ada... aja alumni pondok gue yang tinggal di tempat tersebut. Dan itu artinya gue ketemu sama temen-temen cowo gue(lagi) dan BUKAN TEMEN CEWE(tentunya), yang kebanyakan sifat-sifat bejatnya gue udah tau. Karena pondok gue khusus untuk para cowo-cowo, makanya nggak ada temen cewe yang gue kenal. Hufft.
Gara-gara gue nggak pernah ngaku jadi anak pondok, gue pernah mengalami kejadian yang memalukkan untuk diri gue.

Friday, 20 December 2013

Unfriend

Sifat manusia itu memang beraneka ragam. Ada yang pemarah, penyayang, penyabar, dan pengertian. Allah menciptakan ke aneka ragaman itu pasti ada maksudnya. Agar hidup manusia bisa berwarna, dan tentunya agar manusia bisa bersoasialisasi dengan yang lainnya. Karena manusia nggak ada yang bisa hidup sendirian.
Di umur gue yang 19 tahun, udah banyak banget gue menemui orang dengan sifat yang bermacam-macam bentuknya. Terlebih lagi gue anak pondok, yang santrinya dateng dari berbagai daerah. Di pondok gue nggak diajari untuk mempelajari sifat-sifat orang berdasarkan daerah. Kita sebagai santri, paham akan keanekaragaman setiap orang, karena kita langsung berinteraksi dengan mereka.
*keren yak gambarnya. sumber.
Dari temen gue yang pemarah, penyabar, asyik buat diajak ngobrol ada semua. Gue mencoba memahami sifat-sifat mereka dan well, menurut gue ini asyik untuk diketahui. Gue pernah baca status orang yang bunyinya kira-kira seperti ini ‘Ketika lo punya seorang temen, dan sifatnya selalu membuat lo kesel. Jangan pernah menyuruhnya untuk berubah. Karena setiap manusia dianugrahi kelebihan dan kekurangan yang berbeda’. Dan saat ini, gue sedang berusaha untuk menjalankannya.
Walaupun umur gue udah hampir mencapai kepala dua,

Wednesday, 18 December 2013

#KOPDAR1

Hari sabtu kemarin gue berencana pergi ke malang, untuk menghadiri kopdar komunitas yang berlangsung ke-esokan harinya. Gue bukan termasuk dalam tipe cowo yang dengan kegiatannya bisa di jadwalkan. Gue adalah tipe cowo yang segala sesuatu di lakukan secara mendadak. Barang-barang yang gue perlukan baru di persiapkan lima menit sebelum keberangkatan, mandi juga sama kayak gitu. Kalo hari itu gue nggak ada kesibukan untuk pergi ke Malang, mungkin gue nggak akan mandi seharian. Gue bukan cowo yang males, tapi cowo yang kurang rajin. Iya,Itu aja. Kurang rajin mandi.
Jadwal gue berangkat dari kampung unik ke Malang jam tiga sore. Tapi apa daya, cuaca saat itu nggak mendukung gue untung pergi jauh. Saat itu cuacanya mendukung gue untuk tetap berbaring ganteng di atas kasur. Udah nggak terhitung pulau yang gue buat di kasur, sampai akhirnya gue bosen tidur. Gara-gara pulau yang buat, gue nggak semangat untuk tidur lagi. Kalo tau gitu, gue bikin pulau di kasur temen gue.
Jam tiga cuaca di kampung unik masih hujan dan belum ada tanda-tanda hujannya akan berakhir. Ketauan banget ujannya buatan jepang, kalo buatan cina udah cepet rusak. #Lah? Waktu yang memang bener-bener cocok untuk dihabiskan buat tidur. Tapi kalo gue tidur terus, ujungnya gue malah nggak pergi ke Malang, dan nggak ikut kopdar. Dengan langkah yang (dipaksa) semangat gue beranjak dari kasur. Semua barang-barang yang sekiranya gue perlukan udah masuk ke dalam tas, dan sekarang waktunya untuk menunggu bis yang akan membawa gue ke Malang.
Sebelum berangkat, temen gue mendadak punya inisiatif. Dia mengajak gue makan bakso yang menurut dia enak di pinggir jalan. Kalo di tengah jalan, pastinya nggak ada yang jualan. Entah kenapa, setiap ada ide dari temen gue ini, gue merasakan aura kasih jahat. Semoga itu cuman perasaan gue semata. Iya, semoga.

Monday, 16 December 2013

Mimpi-mimpi gila gue

Orang yang menginspirasi gue dalam dunia blogging adalah Raditya Dika. Mungkin kebanyakan dari kalian semua juga sama seperti gue, bukan maksudnya kalian jomblo kayak gue, mungkin kebanyakan dari kalian juga menganggap Raditya sebagai dalang terciptanya blog kalian.
Yang masalah tentang jomblo-jomblo itu lupain aja. Gue paling males baca tulisan orang yang ngaku-ngaku sebagai jomblo sejati lah, jomblo kece lah, atau apapun itu. Intinya mereka itu jomblo, dan tentunya NGGAK PUNYA PACAR!!. (baca: tanpa pacar dengan TITIK). Terus buat apa coba mereka nulis-nulis kalo dirinya jomblo? Dikiranya setelah nulis tulisan itu, ada cewe/cowo yang tiba-tiba naksir sama penulisnya? KAGAK MUNGKIN!! Makanya gue nggak pernah nulis-nulis kalo gue jomblo, walaupun kenyataannya sih, gue jomblo.
LO BARU AJA NULIS KALO LO ITU JOMBLO, NYEET
Sebagai seorang blogger pemula dan hampir saja menjelma menjadi blogger murtad, gue mempunyai mimpi-mimpi gila dari blog gue ini. Iya, dari blog gue yang jauh dari kata sempurna, jauh dari kata visitor banyak, jauh dari kata follower banyak, jauh dari belaian kasih sayang. Yang terakhir sebenernya bener, tapi untuk sekarang lewatin aja dulu.
So, this is my crazy dream with my fuckin blog.

Saturday, 7 December 2013

Tempat tinggal di kampung unik

Tempat tinggal itu adalah kebutuhan pokok buat manusia. Nggak terkecuali gue. Walaupun gue dipanggil dengan nama buah-buahan, aslinya gue tetep manusia. Kalo nggak tau maksud gue, lo bisa baca disini. Dan membutuhkan tempat tinggal dan juga seorang pacar. Oke, yang terakhir nggak usah dibahas, cuman bikin nyesek gue aja.
Sekarang gue akan share, semua tentang kampung unik buat lo semua. siapa tau lo ada yang minat kesini, kan udah bisa dapet gambarannya.
Tempat tinggal bagi orang yang ingin belajar di kampung unik ini dibagi ke dalam dua kategori. Pertama, nge-camp. Dan kedua, nge-kost.

Camp itu asrama sebuah lembaga kursusan untuk pelajarnya. Jadi kalo lo nggak mau ribet-ribet dan hanya ingin mengambil satu tempat kursusan, gue saranin untuk nge-camp. Selain tempatnya deket, lo bisa deket sama pengajarnya. Jadi kalo ada seusatu yang nggak lo pahamin tentang bahasa, lo bisa tanya langsung ke pengajarnya. Inget yak, pertanyaan lo hanya seputar PELAJARAN BAHASA, jangan sekali-kali lo tanya tentang tips-tips agar disukai lawan jenis. Nggak ada gunanya, karena mereka juga senasib seperti lo. Tapi bagi kaum hawa yang mau bertanya tentang tips-tips agar disukai lawan jenis, bisa tanya langsung sama gue. walaupun gue sendiri nggak yakin sama tips-tips yang gue kasih, se-nggaknya gue udah berusaha bantu. Right?
Selain deket sama pengajar, deket sama kelas, manfaat lain dari nge-camp adalah sifat kekeluargaannya. Bagi lo yang nggak pernah belajar jauh dari orangtua, hal kayak gini harus dicari. Ketika lo udah punya lingkungan yang bersifat kekeluargaan, selanjutnya

Tuesday, 3 December 2013

Indian class

HALLOO EPERYBODIIEEHH????
Gimana kabarnya? Sehat? Yang masih ngejomblo, gimana kelanjutannya? Masih jomblo kan? Nggak kaget kok. Yang ngaku udah punya pacar, nggak usah boong gitu ke gue. Ketauan kok, lo belom jadian.
Udah cukup lama, gue nggak nulis lagi di blog. Sesepuh gue, sampai bilang kalo sebentar lagi gue akan murtad sebagai Blogger. Banyak sih, faktor-faktor yang bikin gue males nulis di blog. Salah satunya tentang persoalan pertemanan. Yah, gara-gara hal ini, ketika gue mau nulis, pasti stuck. Dan alhamdulillah, sekarang gue sedikit banyak bisa belajar dari hal ini.
Di dunia ini, nggak ada yang namanya mantan temen. Gue perjelas lagi, di dunia ini nggak ada yang namanya MANTAN TEMEN. Yang ada, kita bisa bedain mana temen baik dan mana temen yang kurang baik. Tapi, gue yakin kok, temen gue baik-baik. Mungkin sekarang, gue harus bisa menjauh dari mereka dulu untuk sementara waktu. Ya nggak, teng, tul? Gue bakalan berubah menjadi lebih baik lagi, supaya lo nggak malu punya temen kayak gue. Eheheh....
Itu alasan singkat gue, kenapa gue jadi jarang nge-blog. So, maapin yak kalo gue jarang nge-blog. *toos.
Kampung unik memang nggak ada matinya untuk di ceritain. Kali ini gue akan ceritain tentang kelas baru gue.
Di kelas sebelumnya, gue merasa bener-bener salah masuk kelas. yang belum baca, bisa baca disini. Temen-temen gue di kelas sebelumnya, kosa kata mereka udah mencakupi culture, politic, economic, dan semua yang berhubungan dengan hal-hal yang gue belum mengerti. Sedangkan kosa kata yang gue punyai hanya, lunch, study, dinner, are you talking to me. Dan ini bener-bener beban untuk gue.
Di kelas sebelumnya, temen-temen gue bisa ketawa ngakak, ketika gurunya nge-lucu. Sedangkan gue? nanya ke temen dulu, setelah itu baru ketawa. Telat sih, tapi se-nggaknya gue udah berusaha ketawa.
Kelas baru gue, bener-bener

Ads